CARAPANDANG - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan rudal terhadap tiga kapal tanker milik Amerika Serikat dan Inggris di kawasan Teluk serta Selat Hormuz, sebagai bagian dari aksi balasan atas serangan militer AS-Israel sebelumnya.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media pemerintah, Minggu (1/3/2026), IRGC menyatakan bahwa kapal-kapal tersebut terkena serangan setelah dianggap melanggar peringatan untuk tidak melintasi wilayah perairan yang dinyatakan tertutup. Pemerintah Iran melalui televisi nasional menayangkan gambar yang memperlihatkan salah satu kapal tanker dilalap api dan dilaporkan tenggelam.
"Tiga kapal tanker milik AS dan Inggris yang melintas secara ilegal di Selat Hormuz menjadi sasaran rudal dan saat ini terbakar," demikian pernyataan IRGC yang dikutip oleh kantor berita Xinhua.
IRGC juga mengklaim berhasil menghantam sejumlah instalasi militer AS di Kuwait dan Bahrain, termasuk Pangkalan Udara Ali Al Salem.
Terpisah, Otoritas Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan setidaknya dua insiden serangan terhadap kapal di lepas pantai Oman.
Menurut laporan UKMTO yang dikonfirmasi oleh Media Indonesia, sebuah kapal terkena proyektil tak dikenal di atas garis air yang menyebabkan kebakaran di ruang mesin, namun api berhasil dipadamkan. Awak kapal dilaporkan dalam kondisi selamat.
Otoritas Oman juga mengonfirmasi bahwa kapal berbendera Palau, Skylight, diserang lima mil laut utara Pelabuhan Khasab.