Sebaliknya, impor justru melonjak signifikan. Nilai impor Mei 2026 mencapai US$24,81 miliar atau naik 22,16% dibandingkan Mei 2025.
Impor migas melonjak 70,78% menjadi US$4,51 miliar, sementara impor nonmigas naik 14,89% menjadi US$20,30 miliar.
Meskipun mengalami defisit pada Mei 2026, secara kumulatif periode Januari–Mei 2026 neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus sebesar US$4,03 miliar.
Surplus ini ditopang oleh surplus nonmigas sebesar US$16,31 miliar, sedangkan sektor migas masih mengalami defisit US$12,28 miliar.