CARAPANDANG.COM - Ditengah hiruk-pikuk diskursus mengenai integritas pejabat publik hari ini, sejarah Indonesia sebenarnya telah mewariskan satu nama yang menjadi standar emas bagi kesederhanaan dan kejujuran, KH Saifuddin Zuhri.
Sosok yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama ke-10 Republik Indonesia ini bukan sekadar teknokrat agama, melainkan seorang kiai yang membumikan ajaran pesantren ke dalam birokrasi negara yang paling tinggi.
KH Saifuddin Zuhri lahir pada 1 Oktober 1919 di Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Ia tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kental dengan nilai-nilai kemandirian. Sejak muda, Saifuddin sudah ditempa oleh kerasnya perjuangan. Pendidikan dasarnya di sekolah rakyat dan pesantren tidak hanya membentuk nalar agamanya, tetapi juga jiwa nasionalismenya.
Sebagai pemuda, ia adalah aktivis tulen. Keterlibatannya dalam Gerakan Pemuda Ansor dan perlawanan terhadap penjajah melalui Laskar Hizbullah menjadikannya sosok yang disegani.
Di medan pertempuran, ia bukan hanya pembakar semangat lewat doa, tetapi juga ahli strategi yang terjun langsung ke lapangan. Latar belakang inilah yang kemudian membawanya masuk ke lingkaran elite Nahdlatul Ulama (NU).
Singa Podium dan Pena di Duta Masyarakat