Beranda Internasional Pakar Sebut Trump Kurang Strategi Walau Paham Ancaman Nuklir

Pakar Sebut Trump Kurang Strategi Walau Paham Ancaman Nuklir

pemerintahannya dinilai belum memiliki strategi yang jelas untuk menanganinya, kata Direktur Eksekutif Arms Control Association Daryl Kimball

0
Trump

CARAPANDANG - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memahami bahaya senjata nuklir dan pentingnya perundingan penangkalan nuklir, namun pemerintahannya dinilai belum memiliki strategi yang jelas untuk menanganinya, kata Direktur Eksekutif Arms Control Association Daryl Kimball.

“Trump tampaknya memiliki insting yang tepat bahwa senjata nuklir terlalu banyak, perang nuklir harus dihindari, biayanya sangat besar, dan perundingan denuklirisasi diperlukan,” kata Kimball.

Namun, seperti diberitakan RIA Novosti dari Washington D.C., Rabu, Kimball menilai Trump dan pemerintahannya belum menunjukkan pendekatan strategis yang koheren untuk mengurangi risiko nuklir global, meski ancaman tersebut merupakan bahaya paling serius yang dihadapi dunia saat ini.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa pemerintahan AS belum menempatkan diplomasi pengendalian senjata dan perlucutan senjata sebagai prioritas utama kebijakan luar negeri.

Menurut Kimball, justru isu itulah yang seharusnya menjadi agenda terpenting bagi Trump, mengingat potensi kehancuran besar akibat kegagalan mengelola risiko senjata nuklir.

Perjanjian pengendalian senjata nuklir strategis Rusia-AS, New Strategic Arms Reduction Treaty atau New START, akan berakhir pada 5 Februari.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyatakan Moskow siap tetap mematuhi pembatasan New START selama satu tahun setelah 5 Februari 2026, dengan syarat Amerika Serikat mengambil langkah timbal balik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here