Seperti Yesus yang menang atas kematian, Paus mengajak umat beriman untuk menang “tanpa kekerasan”, berdasarkan kasih yang menciptakan, menghasilkan, mengampuni, dan menebus dosa.
"Marilah kita izinkan diri kita diubah oleh kedamaian Kristus,” ujar Paus Leo, seraya memohonkan damai sejati Tuhan bagi orang yang menderita.
Sebelumnya, pada misa Minggu Palma (28/3) yang membuka pekan suci Paskah, Paus Leo memberikan pernyataan keras bahwa “Yesus tidak mendengar doa orang-orang yang memulai perang”.
Pernyataan itu dinilai sangat relevan untuk merespons eskalasi terbaru di Timur Tengah, yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Leo XIV, Paus pertama asal AS sepanjang sejarah Gereja Katolik, telah berulang kali mengutuk perang dan menyerukan dialog untuk perdamaian.