Warga lainnya di Naypyidaw menyebut Min Aung Hlaing hanya berganti dari pakaian militer ke pakaian sipil karena "gilanya kekuasaan" untuk menjadi presiden.
Sementara itu, pemerintah Jepang melalui Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menyatakan akan terus memantau perkembangan di Myanmar sambil terus memberikan bantuan kemanusiaan yang langsung bermanfaat bagi rakyat Myanmar.
Min Aung Hlaing memimpin kudeta pada 1 Februari 2021, menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dengan dalih kecurangan pemilu yang tidak berdasar menurut para analis.
Kudeta tersebut memicu perang saudara yang telah menewaskan puluhan ribu orang, mengungsi hampir empat juta orang, dan menghancurkan perekonomian Myanmar.