Lebih lanjut, Wakil PM dan Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot menyatakan belasungkawanya terhadap bangsa Indonesia serta keluarga personel RI di UNIFIL yang gugur dan cedera dalam peristiwa itu.
“Mereka di sana untuk melayani perdamaian,” kata Menlu Prevot di media sosial X, seraya mengingatkan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran hukum internasional dan dapat menjadi kejahatan perang.
Ia juga mendesak agar pelaku serangan mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan supaya semua pihak mendukung deeskalasi di Lebanon.
Kementerian Luar Negeri Siprus, melalui platform X, juga menyampaikan belasungkawa “terhadap keluarga personel perdamaian UNIFIL yang gugur di Lebanon” dan “kepada Republik Indonesia”.
Adapun Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat adanya serangan artileri yang menghantam lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan, Minggu.
Serangan tersebut juga menyebabkan tiga prajurit TNI lainnya yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif, mengalami cedera.