CARAPANDANG – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak bisa melepas ketergantungannya kepada Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). Untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029 sosok Jokowi masih dijadikan kunci.
Demikian disampaikan oleh pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga di Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2026.
Dia menilai, sampai saat ini belum ada kader PSI yang memiliki daya tarik elektoral kuat, termasuk Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. Sehingga jalan pintasnya adalah berharap kepada Jokowi.
Padahal, katanya Kaesang bersama Ketua Harian PSI Ahmad Ali dan jajaran pengurus partai telah berkeliling Indonesia untuk melakukan konsolidasi politik. Bahkan dengan sesumbar mereka mengatakan akan menjadikan Jawa Tengah dan Makassar akan menjadi basis utama PSI.
“Ketergantungan terhadap Jokowi semakin besar karena hingga saat ini elektabilitas PSI masih rendah. Hasil survei terakhir, elektabilitas PSI hanya 1,2 persen,”jelasnya.
Dia mengatakan kerja konsolidasi kader PSI ternyata belum mampu mendongkrak elektabilitas PSI yang masih sangat rendah.
“PSI tampaknya tinggal berharap pada Jokowi agar mimpinya ke Senayan dapat terwujud,” katanya.
Ketergantungan PSI terhadap Jokowi juga sangat spekulatif. Sebab, pengaruh politik Jokowi hari demi hari semakin memudar. Selain tidak memiliki kekuasan, Jokowi di mata publik menjadi sosok yang kontroversial.