CARAPANDANG - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) membantah isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sumatera Utara disebabkan oleh pemutusan hubungan kerja (PHK) massal sopir mobil tangki. Perusahaan menyebut gangguan distribusi dipicu oleh peningkatan konsumsi masyarakat pascalibur sekolah serta adanya evaluasi terhadap kinerja sejumlah awak mobil tangki.
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menegaskan pembenahan yang dilakukan bukan dalam konteks PHK massal, melainkan penyesuaian terhadap sopir yang dinilai kurang perform atau tidak memenuhi persyaratan.
"Memang ada pembenahan manajemen di transportasi, tetapi tidak dalam konteks PHK massal. Jadi ada beberapa yang dilakukan pembinaan sopir-sopir mobil tangki yang kurang perform, kemudian ada beberapa yang secara performance-nya tidak memenuhi persyaratan, itu kita lakukan penyesuaian," kata Sunardi, Rabu (15/7/2026).
Ia juga membantah isu mogok kerja sopir yang beredar di media sosial.
"Yang berkembang di dunia maya, di dunia medsos, bahwa ada isu-isu mogok sopir dan lain sebagainya. Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kondisinya tidak ada terjadi pemogokan sopir mobil tangki," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyebutkan antrean panjang terjadi akibat pemberhentian massal pengemudi mobil tangki sehingga truk pengangkut tidak dapat beroperasi maksimal.