Di saat peninggalan budaya menjadi landasan, teknologi pertanian serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menyuntikkan momentum kuat ke dalam kerja sama bilateral potensial.
"Anhui adalah provinsi pertanian utama di China dengan teknologi pertanian modern yang maju," kata Ismail, seraya menyebutkan bahwa mereka berharap dapat belajar dari pengalaman Anhui dalam pertanian fasilitas dan penanaman presisi untuk meningkatkan output biji-bijian di lahan garapan yang terbatas. "Ini tidak hanya mampu meningkatkan ekonomi Yogyakarta, tetapi juga secara efektif meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Teknologi kendaraan energi baru (new energy vehicle) dan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Anhui juga meninggalkan kesan mendalam bagi Ismail selama perjalanan tersebut.
"Perusahaan-perusahaan teknologi di Anhui memiliki kekuatan teknis yang luar biasa dan produk yang sangat praktis. Kami berharap dapat memperkenalkan teknologi maju dari Anhui untuk membangun taman iptek di Yogyakarta yang mengumpulkan talenta inovatif dan mendorong peningkatan industri lokal," katanya.
Ismail juga mencoba kacamata penerjemahan berbasis AI yang dikembangkan oleh perusahaan China iFLYTEK. "Pengalamannya bagus. Tidak hanya dapat menerjemahkan bahasa Indonesia dengan akurat, tetapi juga menafsirkan banyak dialek daerah dengan presisi," ujarnya.