Diceritakannya kisah Ashabul Kahfi dalam Al Quran bukan tanpa tujuan. Ada beragam hikmah yang bisa kita petik dari kisah Ashabul kahfi. Berikut penjelasannya.
Anjuran untuk Berpegang Teguh pada Keimanan
Kisah Ashabul Kahfi membuat kita belajar untuk senantiasa berpegang teguh pada prinsip dan keimanan. Mereka memutuskan untuk lari dan bersembunyi di gua karena tidak bersedia merelakan keimanan yang telah dipegang teguh.
Mereka bersembunyi di gua agar selamat dari orang-orang yang menentang keimanan mereka, termasuk penguasa kala itu. Sang Raja bahkan mewajibkan setiap rakyatnya untuk menyembah berhala. Jika menolak, hukuman kejam siap menanti.
Dengan sifat kejamnya, Sang Raja sering berkeliling wilayah secara sengaja untuk mencari orang-orang yang tidak mau menyembah berhala. Jika menemukan pembangkang, maka dia akan dibunuh.
Suatu hari Sang Raja Dikyanus sempat menemukan para pemuda yang menolak menyembah berhala. Namun mereka diberi kesempatan untuk merundingkan keyakinannya, dan kembali menghadap raja pada batas waktu yang ditentukan jika ingin selamat.
Para pemuda ini sejak awal tak ingin berkompromi dengan keyakinan mereka. Setelah berunding, mereka akhirnya memutuskan untuk lari. Dengan bekal seadanya, mereka menuju ke sebuah gunung. Turut bersama mereka seekor anjing yang setia.