"Kita masih perlu impor 1 juta barel sehari. Dengan kita tutup PLTD, kita langsung menghemat 20 persen. Dengan nanti 100 GW, kita juga akan menghemat sangat-sangat besar, mungkin dua-tiga tahun lagi kita tidak perlu impor BBM sama sekali," ujar Prabowo.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto mendorong realisasi program dedieselisasi ini. Ia menyoroti bahwa dalam kondisi geopolitik saat ini, harga minyak dunia yang melonjak membuat biaya operasional PLTD ikut membengkak.
"Total diesel kita hanya 2,2 GW, itu memakan biaya energi primer hampir Rp40 triliun. Ini besar sekali. Tolong segera direalisasikan (dedieselisasi)," tegas Sugeng dalam rapat yang sama, dikutip dari kontan.co.id.
Sementara itu, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo mengungkapkan bahwa meskipun program ini membutuhkan waktu 5 hingga 10 tahun untuk diselesaikan secara penuh, dampaknya mulai terasa dalam waktu dekat.
"Pembangunan PLTS itu cepat, 7 bulan hingga satu tahun ke depan. Mungkin satu tahun ke depan sudah bisa rasakan perubahannya," ujar Rizal.
Hingga berita ini diturunkan, PLN masih terus menyusun peta jalan (roadmap) pelaksanaan program dedieselisasi secara lebih rinci.