Dua prajurit lainnya mengalami luka-luka, yakni Kapten Infanteri Sulthan dan Prajurit Kepala Deni. Keduanya berhasil dievakuasi menggunakan kendaraan kedua dan telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit St. George, Beirut.
Tiga personel lainnya yang berada di kendaraan terpisah dilaporkan dalam kondisi selamat.
Sebelumnya, pada Minggu (29/3/2026), Prajurit Kepala Farizal Romadhon gugur akibat serangan artileri yang menghantam posisi kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar, Lebanon selatan.
Dalam insiden yang sama, tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka, dengan satu di antaranya mengalami luka berat.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengungkapkan bahwa jenazah Praka Farizal saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters dan sedang dalam proses administrasi untuk dipulangkan ke Indonesia dengan bantuan KBRI Beirut.
Sementara proses evakuasi untuk dua prajurit yang gugur pada Senin masih terkendala situasi keamanan di lokasi.
Kementerian Luar Negeri RI telah menyampaikan kecaman keras atas serangan yang menimpa personel TNI dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan.
Menteri Luar Negeri Sugiono juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap keselamatan pasukan pemelihara perdamaian sesuai hukum internasional.