Prabowo mengatakan pemerintah telah mengantisipasi potensi krisis global setelah belajar dari pandemi COVID-19 dan berbagai gejolak pangan dunia.
Menurut dia, sejumlah negara eksportir pangan sempat menghentikan ekspor saat krisis global, termasuk ketika terjadi perang di Ukraina dan pandemi COVID-19.
Karena itu, pemerintah menetapkan pengamanan pangan nasional dan swasembada pangan sebagai program prioritas.
Prabowo menyebut produksi pangan nasional saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, sementara cadangan beras telah mencapai lebih dari 5,3 juta ton sehingga pemerintah perlu menyewa gudang tambahan untuk penyimpanan.
Selain itu, pemerintah juga telah mengamankan produksi pupuk nasional dan menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia.
Prabowo mengatakan petani kini dapat memperoleh pupuk dalam jumlah yang cukup, namun pemerintah tetap perlu mengawasi agar pupuk bersubsidi tidak diselewengkan maupun diselundupkan ke tempat lain.
'Petani-petani kita sekarang bisa menikmati pupuk dengan jumlah yang cukup. Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk bersubsidi diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain. Ini harus kita jaga bersama," ujarnya.