'Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.' (QS. Al-Qashash: 77)."
Ayat ini menegaskan bahwa seorang Muslim harus proaktif mengelola apa yang diberikan Allah (harta, kesehatan, jabatan) untuk kepentingan akhirat, namun tetap memenuhi hak-hak kemanusiaannya di dunia secara wajar dan tidak melampaui batas.
Kesimpulan
Menyikapi dunia dengan benar berarti memahami hakikatnya sebagai perjalanan, bukan tujuan. Dengan memadukan prinsip ketakwaan sebagai bekal utama dan sikap moderat dalam mengelola dunia, seorang mukmin akan selamat dari jebakan fitnah dunia. Intinya, dunia hanya di tangan untuk digunakan, namun akhirat tetap di hati sebagai tujuan yang dirindukan.