CARAPANDANG- Setahun lalu, anak-anak SD Negeri Leuwibatu 02 dan SD Negeri Leuwibatu 03 di Kabupaten Bogor harus belajar di tengah keterbatasan. Atap yang bocor, dinding yang retak, hingga ruang kelas yang tidak lagi layak menjadi bagian dari keseharian mereka. Bahkan untuk bermain di lapangan sekolah, mereka harus berjalan cukup jauh karena sekolah tidak memiliki halaman yang memadai.
Kini, pemandangan itu berubah total. Gedung sekolah berdiri kokoh dengan ruang kelas yang nyaman, halaman yang luas, fasilitas sanitasi yang layak, serta perabot belajar yang baru. Senyum para murid dan guru menjadi bukti bahwa revitalisasi sekolah berhasil menghadirkan harapan baru bagi masa depan pendidikan. Namun manfaat revitalisasi ternyata tidak berhenti di lingkungan sekolah. Di balik pembangunan yang berlangsung sejak Juli 2025 tersebut, ada cerita lain tentang warga sekitar yang ikut merasakan manfaatnya. Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat setempat dilibatkan sebagai tenaga kerja, sementara kebutuhan material pembangunan juga dipenuhi dari usaha-usaha lokal di sekitar sekolah.
Kepala SD Negeri Leuwibatu 02, Sudrajat, mengungkapkan bahwa pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dari proses revitalisasi. “Dari mulai pembangunan pun kita harus melibatkan masyarakat. Komite kita berdayakan, masyarakat kita berdayakan. Alhamdulillah masyarakat membantu kami,” ujarnya di SDN Leuwibatu 02, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/6).