Dengan gugurnya Praka Rico maka Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI yang bertugas bersama UNIFIL dalam sebulan terakhir.
Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhond dinyatakan gugur akibat serangan artileri pada 29 Maret 2026, peristiwa sama yang mengakibatkan Praka Rico terluka dan harus dirawat intensif.
Kemudian pada 30 Maret, dua personel TNI yaitu Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan dinyatakan gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.
Dalam serangan pada 29-30 Maret dan 3 April, selain Praka Rico turut juga menyebabkan tujuh tentara TNI terluka.
Tidak hanya Indonesia, eskalasi ketengan di Lebanon juga menyebabkan Prancis kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL dalam serangan pada 18 April.