CARAPANDANG - Manajer Belanda Ronald Koeman menyampaikan keprihatinannya tentang keselamatan di Piala Dunia FIFA menyusul laporan Amnesty International. Aturan tersebut tentang memperingatkan bahwa pembatasan ketat terhadap kebebasan berekspresi mengancam turnamen yang aman, ramah dan inklusif yang dijanjikan FIFA.
Koeman mengatakan pada konferensi pers menjelang pertandingan persahabatan dengan Ekuador, Rabu 1 April 2026 bahwa ia tidak menginginkan situasi tidak aman dalam ajang olahraga. "Olahraga harusnya menyenangkan, dan Anda harus bisa pergi ke suatu tempat dengan aman, sebagai suporter juga, Anda harus bisa mendukung negara Anda dengan aman," ujar Koeman dalam keterangan yang di dapat RRI, Selasa 31 Maret 2026.
Pelatih Belanda itu ungkapkan perlunya kejelasan dan pengaturan yang baik terkait keamanan selama turnamen berlangsung. "Perlu ada kejelasan mengenai hal ini, dan perlu diatur dengan baik, tapi itu tergantung pada semua asosiasi, tergantung pada seluruh organisasi, termasuk FIFA," katanya.
Namun Koeman menyatakan keyakinannya bahwa keamanan akan diatur dengan baik dalam penyelenggaraan Piala Dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. "Saya yakin ini akan diatur dengan baik, kami mengandalkan hal itu, saya pikir benar jika orang-orang menuntut agar para pemain dan penggemar harus aman selama Piala Dunia," ucapnya.