Maka itu, dia mengajak seluruh peserta untuk mengedepankan rasa toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan spirit toleransi inilah akan terbentuk masyarakat yang saling menghargai dan memahami. Sehingga keragaman baik agama, suku, adat atau budaya tidak menjadi penghalang untuk hidup rukun. Justru keragaman ini akan menjadi kekuatan dan memperkaya kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.
“Persatuan bukan karena kita sama. Persatuan terwujud jika kita saling menghormati, memahami dan selalu mengedepankan sikap toleran terhadap sesama masyarakat,” ujarnya.
Islam, katanya mengajarkan umatnya untuk bersatu. Maka dengan tegas Islam mengharamkan umatnya saling bermusuhan dan bercerai berai.
“Menjaga persatuan adalah perintah agama. Maka mari kita selalu menjaga persatuan bangsa demi Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.