Saree mengatakan bahwa serangan yang dilancarkan oleh kelompoknya merupakan bentuk dukungan terhadap Iran dan sekutunya di kawasan.
"Sebagai bentuk dukungan dan bantuan kepada Republik Islam Iran dan front perlawanan di Lebanon, Irak, dan Palestina, dan mengingat berlanjutnya eskalasi militer, penargetan infrastruktur, serta dilakukannya kejahatan dan pembantaian terhadap saudara-saudara kita di Lebanon, Iran, Irak, dan Palestina," kata dia.
Selanjutnya dia mengatakan bahwa kelompoknya akan terus melakukan operasi militer sampai tujuan yang telah ditetapkan tercapai.
Pada saat yang sama, AS memperkuat kehadiran militernya di kawasan dengan mengirim ribuan marinir. Kontingen pertama telah tiba menggunakan kapal serbu amfibi, sementara laporan menyebut Pentagon juga tengah menyiapkan opsi operasi darat di Iran, menunggu keputusan Presiden Donald Trump.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa Washington sebenarnya dapat mencapai tujuan tanpa pengerahan pasukan darat, namun tetap mengirim pasukan tambahan agar Trump memiliki fleksibilitas maksimal dalam menentukan arah strategi.
Masuknya Houthi juga memunculkan ancaman baru terhadap jalur pelayaran global. Kelompok ini dikenal mampu menyerang target jarak jauh dan mengganggu lalu lintas kapal di Laut Merah serta sekitar Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia.