Prabowo juga menekankan pentingnya hubungan baik dengan banyak negara mengingat keanggotaan Indonesia di berbagai forum internasional seperti ASEAN, G20, dan OKI. Menurutnya, undangan dari negara lain harus dipenuhi demi menjaga hubungan diplomatik.
"Kalau kita diundang kita tidak datang kan enggak bagus. Iya kan? Makanya setiap presiden Indonesia ya capek," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut dunia saat ini telah bergeser dari geopolitik menjadi geo-ekonomi. Oleh karena itu, hubungan baik antarnegara menjadi sangat penting untuk menghindari tekanan sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia.
"Jadi kalau Anda hubungannya tidak baik, Anda dapat tekanan macam-macam," ucap Prabowo.
Adapun dalam waktu dekat, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang pada 29-31 Maret 2026 dan Korea Selatan pada 31 Maret-2 April 2026 . Di Jepang, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi dan mengikuti jamuan makan siang kenegaraan bersama Kaisar Jepang.
Sementara di Korea Selatan, pertemuan dengan Presiden Lee Jae Myung akan membahas kerja sama di bidang pertahanan, perdagangan, investasi, AI, infrastruktur, energi nuklir, dan transisi energi.
Dalam kunjungan tersebut, Indonesia dipastikan akan meneken kesepakatan pengadaan 16 unit pesawat tempur KF-21 Boramae hasil kerja sama pengembangan dengan Korea Selatan.