"Jadi ditumpuk di sini selama berbulan-bulan. Mungkin karena dendanya lebih murah, mereka biarkan saja di sini barangnya. Tentunya jadinya pelabuhannya penuh," sebut Purbaya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Purbaya meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menambah jumlah personel dan memberlakukan operasional 24 jam penuh hingga tumpukan kontainer dapat terurai kembali ke level normal.
"Kalau masalahnya itu, saya minta untuk tambah personelnya lagi. Jadi mereka harus kerja 24/7 sampai nanti jumlahnya turun ke level yang semula, sekitar 500 yang ada di sini," sambungnya.
Selain itu, Purbaya juga menginstruksikan jajarannya bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mengevaluasi regulasi dan menyiapkan mekanisme punishment atau hukuman terhadap importir yang terlalu lama meninggalkan barangnya di pelabuhan.
"Kita lihat regulasinya, tetapi harus fair, jangan tiba-tiba semuanya berbayar atau dendanya langsung berlipat. Namun, kalau sudah numpuk berhari-hari sampai sebulan lebih, itu kan sudah tidak wajar," ujar Purbaya.
Inspeksi mendadak ini turut didampingi oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama.
Barang-barang impor yang diperiksa diketahui masuk dalam jalur merah, yang mengharuskan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea Cukai sebelum dapat dikeluarkan.