Gerakan tersebut dengan cepat menarik jutaan pengikut di media sosial serta mendapat dukungan dari para politisi oposisi pemerintah dan aktivis.
Akun Instagram partai satir tersebut kini memiliki lebih dari 20 juta pengikut, melampaui akun resmi partai pemerintahan yang berkuasa, Bharatiya Janata Party (BJP), dengan sekitar 9 juta pengikut.
Abhijeet Dipke diketahui baru saja kembali dari Amerika Serikat pada awal Juni untuk memimpin langsung aksi protes di New Delhi guna menuntut reformasi sistem pendidikan di India.
Menurut Hindustani Times, Dipke yang kini berusia 30 tahun sebelumnya pindah ke Amerika Serikat untuk menempuh studi pascasarjana di Universitas Boston, Massachusetts.
Akibat polemik kebocoran soal tersebut, lebih dari 10 juta siswa disebut terancam masa depannya, bahkan beberapa dilaporkan kehilangan nyawa.
The Indian Express melaporkan bahwa skandal tersebut membuat hasil ujian masuk kedokteran (National Eligibility Entrance Test/NEET) pada Mei 2026 dibatalkan. Hal itu memicu keresahan publik, bahkan dua siswa dilaporkan bunuh diri.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti