Beranda Ekonomi Subsidi dan Kompensasi Tembus Rp233 Triliun hingga Semester I 2026

Subsidi dan Kompensasi Tembus Rp233 Triliun hingga Semester I 2026

Realisasi belanja tersebut terdiri atas subsidi sebesar Rp116 triliun dan kompensasi sebesar Rp116,9 triliun.

0
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

CARAPANDANG - Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja subsidi dan kompensasi pemerintah mencapai Rp233 triliun sepanjang semester I 2026, atau periode Januari hingga Juni 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan nilai tersebut setara 52,1 persen dari pagu APBN 2026 dan meningkat 44,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat hanya Rp161,4 triliun.

Mengutip laporan Kompas, realisasi belanja tersebut terdiri atas subsidi sebesar Rp116 triliun dan kompensasi sebesar Rp116,9 triliun. 

"Subsidi dan kompensasi terealisasi Rp233 triliun atau 52,1 persen dari APBN untuk jaga daya beli masyarakat. Subsidi Rp116 triliun dan kompensasi Rp116,9 triliun. Menunjukkan meningkat 44,4 persen dibandingkan tahun lalu," ujar Purbaya dikutip Kompas.

Kementerian Keuangan menjelaskan peningkatan realisasi subsidi dan kompensasi dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (ICP), nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume konsumsi BBM, LPG, dan listrik bersubsidi.

“Realisasi subsidi dan kompensasi dipengaruhi oleh fluktuasi ICP (harga minyak mentah Indonesia), nilai tukar, serta peningkatan volume BBM, LPG, dan listrik bersubsidi,” tulis Kementerian Keuangan dalam laporannya, dikutip Kumparan, Selasa (28/7/2026).

Volatilitas harga minyak akibat dinamika geopolitik global turut mendorong kenaikan beban subsidi energi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here