Beranda Edukasi Tak Ada Murid yang Tertinggal, Asia Tenggara Perkuat Kolaborasi Pendidikan Inklusif

Tak Ada Murid yang Tertinggal, Asia Tenggara Perkuat Kolaborasi Pendidikan Inklusif

Gotong royong berskala regional ini menjadi bukti nyata bahwa seluruh pemangku kepentingan di Asia Tenggara bergerak dengan satu ketulusan.

0
Istimewa

“Melalui kolaborasi ini, kita berharap dapat memperluas peluang pembelajaran lintas negara, memperkuat praktik-praktik yang menjanjikan, dan berkontribusi pada sistem pendidikan yang lebih responsif serta inklusif bagi murid di Asia Tenggara dan sekitarnya,” ujar Habibah.
 
Komitmen global untuk mendengarkan kebutuhan lokal juga ditegaskan oleh Direktur GPE KIX EMAP Hub, José Luís Benito Canêlhas. Lembaganya berkomitmen mengoptimalkan kapasitas serta keahlian lokal yang sudah ada di negara mitra seperti Indonesia dan Filipina.

“Tujuan kami adalah mengangkat keahlian yang memang sudah ada di negara-negara ini. Kami bekerja bersama para pakar dan institusi yang setiap hari berjuang membuat pendidikan menjadi lebih baik untuk anak-anak mereka, demi masa depan mereka sendiri,” tegas José Luís.

Melalui sinergi erat yang digerakkan oleh SEAMEO bersama seluruh pemangku kepentingan lintas sektor, CPRN Summit 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan dokumen riset, melainkan panduan kebijakan yang inklusif dan adil. Gotong royong berskala regional ini menjadi bukti nyata bahwa seluruh pemangku kepentingan di Asia Tenggara bergerak dengan satu ketulusan yaitu memastikan tidak ada satu pun murid yang terabaikan dalam meraih masa depannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here