Israel resmi menandatangani aksesi keanggotaan BoP saat kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Washington, hanya sepekan sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana BoP yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026.
Dalam kesempatan terpisah, TB Hasanuddin juga menyoroti tingginya risiko yang akan dihadapi jika Indonesia nantinya mengirimkan personel TNI ke dalam pasukan International Stabilization Force (ISF) di Gaza di bawah kendali BoP.
Ia menilai struktur BoP yang didominasi oleh satu negara, serta belum adanya persetujuan dari seluruh pihak yang berkonflik, termasuk Hamas, dapat membahayakan personel perdamaian.
"Artinya, jika dipaksakan tanpa persetujuan semua pihak, partisipasi TNI dalam ISF memiliki risiko sangat tinggi. Bukan tidak mungkin prajurit TNI akan berada di tengah eskalasi konflik bersenjata, dan ini taruhannya adalah nyawa," katanya kepada wartawan.