Cristianto berharap buku-buku yang dibagikan kepada para pemudik dapat dimanfaatkan tidak hanya selama perjalanan, tetapi juga dibaca kembali di kampung halaman bersama keluarga dan teman-teman.
Salah satu pemudik tujuan Palembang, Ali Muddin, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia yang mudik bersama dua anaknya menilai buku-buku tersebut dapat menjadi alternatif kegiatan bagi anak selama perjalanan.
“Program ini sangat membantu kami yang membawa anak-anak saat mudik. Daripada mereka terus bermain ponsel, buku ini bisa menjadi hiburan sekaligus menambah pengetahuan selama perjalanan,” ungkapnya.
Selain pembagian buku gratis, kegiatan di Terminal Terpadu Pulo Gebang juga diramaikan dengan kegiatan mendongeng dan mewarnai yang ditujukan bagi anak-anak usia PAUD yang belum dapat membaca. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak menikmati cerita dan aktivitas kreatif yang menyenangkan.
Melalui program ”Mudik Asyik Baca Buku 2026”, Kemendikdasmen berharap dapat menumbuhkan kembali budaya membaca di tengah masyarakat serta menjadikan momen perjalanan mudik sebagai kesempatan untuk mempererat kebersamaan keluarga melalui kegiatan membaca bersama. dilansir kemendikdasmen.go.id