Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menjelaskan bahwa program BINA Lebaran 2026 melibatkan sekitar 800 merek ritel dengan total 80 ribu toko yang tersebar di 414 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.
"Belanja di Indonesia Aja ini memang kita buat untuk memperkuat perekonomian di dalam negeri. Terpenting adalah konsumsi dalam negeri dan kita berusaha memenuhi stok. Stok yang ada dari lokal cukup terjaga," ujar Budihardjo.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menambahkan bahwa program ini merupakan kolaborasi antara pemerintah, pelaku ritel modern, pusat perbelanjaan, hingga UMKM untuk meningkatkan aktivitas belanja masyarakat menjelang Hari Raya.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja memprediksi jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan pada periode ini bisa naik sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan tahun lalu.
Puncak aktivitas belanja diperkirakan terjadi dalam dua pekan menjelang Lebaran ketika masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan mudik dan perayaan hari raya.
Sebagai bagian dari program tersebut, sejumlah pusat perbelanjaan juga menggelar midnight sale dengan jam operasional diperpanjang hingga pukul 23.00.
Beberapa mal yang mengikuti program antara lain Kota Kasablanka, Mal Artha Gading, Senayan City, Grand Indonesia, Central Park Mall, Gandaria City, dan Plaza Blok M.