“Pakai hati nurani, Pak. Kalau bapak berada di posisi saya, orang tua saya sendiri yang membawa aspirasi itu. Di mana hati bapak dan ibu? Jangan hanya memberikan alasan,” katanya.
Dalam pernyataan emosionalnya, Delvan bahkan mengaku merasa menyesal menjadi anggota DPRD apabila tidak mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya para petani.
“Saya merasa menyesal jadi anggota DPRD. Apa yang menjadi aspirasi orang tua saya, saya merasa gagal. Buat apa saya di sini kalau tidak bisa membela dan mewujudkan aspirasi para petani,” ungkapnya.
Pernyataan Delvan Yanjo tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap lambannya penanganan persoalan pertanian di daerah.