Pasar Eropa menghadapi aksi jual serupa seiring dengan menyebarnya kepanikan di seluruh benua, dengan indeks berjangka EUROSTOXX 50 dan DAX keduanya merosot 3,2 persen, sementara indeks berjangka FTSE turun 1,7 persen.
Di AS, pasar saham bereaksi dengan volatilitas yang signifikan, di mana indeks berjangka S&P 500 merosot 2,1 persen dan indeks berjangka Nasdaq anjlok 2,5 persen. Para investor kian khawatir bahwa lonjakan harga minyak akan memicu kenaikan biaya produksi dan peningkatan inflasi, yang dapat memperlemah pertumbuhan ekonomi karena pemulihan pascapandemi masih rapuh.
Volatilitas pasar saat ini menyoroti eskalasi kekhawatiran terkait kerusakan struktural jangka panjang yang disebabkan oleh serangan AS-Israel terhadap Iran. Mengingat kondisi ekonomi global yang masih rentan, eskalasi ini berisiko menghambat tren pemulihan yang baru dimulai, serta menciptakan efek domino yang akan berdampak jauh ke luar wilayah Timur Tengah.