Selain kasih sayang dan bimbingan, anak laki-laki butuh bekerja — dalam arti diberi tanggung jawab nyata dan akuntabilitas. Mereka perlu menyadari bahwa keluarga mengandalkan mereka untuk hal-hal yang tidak akan selesai jika mereka lalai. Misalnya membantu menjemur pakaian, menyiangi tanaman, atau menjadi “asisten” saat Ayah memperbaiki peralatan rumah.
Pada titik tertentu, ada baiknya menawarkan pekerjaan yang dibayar, seperti membantu tetangga merapikan halaman atau menjaga hewan peliharaan. Bukan semata soal uang, melainkan agar Si Kecil belajar nilai kerja keras, komitmen, dan rasa bangga ketika tenaganya bermanfaat. Cara ini menanamkan sikap mandiri dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengasah keterampilan hidup yang akan ia bawa hingga dewasa.
Mendidik anak laki-laki yang baik, seimbang, dan bertanggung jawab bukan soal membuat dia jadi “superhero” yang tak pernah salah. Kuncinya adalah kasih sayang, disiplin positif, teladan nyata, dan kesempatan untuk memikul tanggung jawab. Dengan komunikasi yang hangat dan contoh dari Ayah dan Bunda, Si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi tangguh, berempati, dan siap menghadapi dunia dengan karakter yang kuat.