Selama proses belajar yang cukup lama, imam Al-Ghazali menemukan adanya kekurangan dalam gagasan filsuf seperti Aristoteles, Socrates, dan Plato. Al-Ghazali menemukan adanya filsuf yang menggunakan filsafat Yunani untuk merusak keimanan orang islam.
Setelah belajar dan menganalisis secara mendalam imam Al-Ghazali mulai menulis kiitab yang berjudul Maqasid al-Falasifah. Kitab ini menjelaskan tujuan dari filsafat secara mendalam dan memuji filsafat itu sendiri. Hal ini bertujuan agar imam Al-Ghazali lebih mudah diterima dan dikenal oleh para filsuf. Para filsuf pun mengakui kepintaran beliau dalam bidang filsafat dan menjabarkan filsafat secara akurat dan terperinci.
Al-Ghazali mengkritik bahwa para filsuf pada masa itu menyajikan pandangan mereka secara pribadi tidak didasarkan atas penelitian dan karya ilmiah. Semenjak Al-Ghazali menentang para filsuf dengan menggunakan metode filosfis, imam Al-Ghazali dikenal sebagai seseorang yang menentang filsafat dengan ilmu filsafat itu sendiri.
Tujuan imam Al-Ghazali adalah menunjukkan bahwa dalam hal-hal yang berkaitan dengan agama dan metafisika, agamalah yang berhak menyatakan kebenaran bukan filsafat.