Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran jika tuntutannya tidak dipenuhi.
"Jika mereka tidak melakukan sesuatu hingga Selasa malam, tidak akan ada pembangkit listrik atau jembatan yang tersisa," kata Trump kepada The Wall Street Journal.
Trump juga menegaskan bahwa kesepakatan apa pun dengan Iran harus mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Kita harus memiliki kesepakatan yang bisa saya terima, dan bagian dari kesepakatan itu adalah, kita menginginkan lalu lintas minyak yang bebas," tegasnya.
Menanggapi pernyataan Trump, Iran bersikeras pada tuntutannya sendiri. Mehdi Tabatabaei, pejabat komunikasi di kantor Presiden Iran Massoud Pezeshkian, menyatakan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali jika, dalam kerangka tatanan hukum baru, kerusakan akibat perang yang dipaksakan sepenuhnya dikompensasi dari sebagian biaya transit.
Komando angkatan laut Garda Revolusi Iran juga menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelumnya, terutama bagi Amerika Serikat dan Israel.
Iran mengklaim kendali atas seluruh jalur tersebut dan berencana menerapkan sistem tarif untuk pelayaran yang melintas.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menulis di platform X bahwa "kejahatan perang" tidak akan menghasilkan apa-apa.
Ia memperingatkan bahwa "langkah-langkah ceroboh" dapat membakar seluruh kawasan.