Data korban jiwa turut disebutkan untuk menangkis klaim Trump. Sebanyak 3.486 tentara NATO tewas dalam konflik 20 tahun di Afghanistan, termasuk 2.461 personel AS.
Sementara itu, Inggris mencatat 457 kematian, Kanada 165 (termasuk warga sipil), dan Denmark 44 kematian tempur yang merupakan angka tertinggi per kapita di luar AS.
Banyak kritik juga menyoroti riwayat Trump sendiri yang dianggap menghindari wajib militer pada masa Perang Vietnam dengan alasan masalah tulang di kaki, klaim medis yang telah lama dipertanyakan.
Stephen Stewart, mantan tentara dan jurnalis, menyatakan komentar Trump sangat ofensif dan tidak akurat, serta mendesak Trump meminta maaf kepada keluarga para prajurit yang gugur.
Ed Davey, pemimpin Partai Liberal Demokrat, mengecam melalui media sosial, “Trump menghindari wajib militer 5 kali. Beraninya ia meragukan pengorbanan mereka.”
AS sendiri merupakan satu-satunya negara yang pernah mengaktifkan Pasal 5 Pakta Pertahanan NATO, yaitu setelah serangan teror 11 September 2001, yang menjadi awal keterlibatan NATO di Afghanistan.