Ia menegaskan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai setelah periode gencatan senjata berakhir pada 21 April, konsekuensinya tidak akan menyenangkan bagi Iran.
Trump juga mengklaim bahwa pihak Iran-lah yang menghubungi AS terlebih dahulu karena sangat ingin mencapai kesepakatan.
Salah satu poin kunci yang menjadi sandungan dalam negosiasi adalah terkait program nuklir Iran. Trump menegaskan bahwa prioritas utama AS adalah mengambil alih "debu" uranium yang dimiliki Iran, baik melalui jalur damai maupun kekuatan.
"Kami akan mengambilnya kembali. Entah kami mendapatkannya dari mereka atau kami akan mengambilnya," tegasnya.
Sementara itu, di tengah upaya diplomatik ini, ketegangan militer di Selat Hormuz masih berlangsung.
Militer AS memberlakukan blokade laut di pelabuhan-pelabuhan Iran dan mengerahkan kapal penyapu ranjau, sebuah langkah yang dibantah dan diancam akan ditanggapi keras oleh Garda Revolusi Iran.