Pantauan pada Kamis malam menunjukkan permainan berlangsung serius dan penuh kehati-hatian. Setiap kartu yang dikeluarkan menjadi bagian dari strategi untuk membaca permainan lawan sekaligus mencari peluang mendapatkan kemenangan.
Dari empat peserta yang tersisa, kemudian ditentukan pasangan yang berhak bertanding memperebutkan juara pertama dan kedua, sementara dua pasangan lainnya bertarung untuk memperebutkan posisi ketiga dan keempat.
Usai final kategori double, pertandingan dilanjutkan dengan final kategori single. Persaingan tidak kalah sengit. Setiap peserta berupaya mengandalkan kecerdikan dan strategi masing-masing untuk mengumpulkan poin sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Berbeda dengan kategori double yang dimainkan secara berpasangan, pada kategori single setiap peserta harus berjuang sendiri tanpa bantuan pasangan. Kondisi tersebut membuat konsentrasi dan ketepatan membaca permainan lawan menjadi sangat menentukan.
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga sportivitas dan tidak terbawa emosi meskipun harus mengalami kekalahan dalam pertandingan.
“Ini adalah kebersamaan dalam bingkai turnamen. Artinya, meski kalah ataupun menang, kita sama-sama tetap bersatu. Dan yang namanya turnamen pasti ada yang kalah dan yang menang,”ujar Bupati.