CARAPANDANG.COM, ISLAMABAD -- Tidak ada kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam putaran pembicaraan terbaru yang digelar di Islamabad. Demikian ucap Wakil Presiden (Wapres) AS JD Vance di Islamabad pada Minggu (12/4), seiring negosiasi berakhir tanpa terobosan terlepas dari dialog intensif yang dilakukan.
Vance mengatakan pihak AS telah menyampaikan "penawaran terakhir dan terbaiknya" setelah terus berdialog selama hampir sehari penuh, seraya menambahkan bahwa diskusi dilakukan dengan "iktikad baik," tetapi proposal tersebut belum mendapatkan persetujuan.
Dia mengatakan fasilitas pengayaan nuklir Iran telah "dihancurkan," menggeser fokus negosiasi ke upaya mengamankan komitmen jangka panjang dari Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Wapres AS itu mengatakan pertanyaan kunci saat ini adalah apakah Iran bersedia menunjukkan niat berkelanjutan untuk menahan diri dari tindakan mengembangkan kemampuan nuklirnya, tidak hanya dalam jangka pendek tetapi juga pada tahun-tahun mendatang.
Sebelumnya pada hari yang sama, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan di platform media sosial X bahwa dalam 24 jam terakhir, telah diadakan diskusi dengan AS mengenai berbagai dimensi topik negosiasi utama, termasuk Selat Hormuz, masalah nuklir, ganti rugi perang, pencabutan sanksi, dan pengakhiran sepenuhnya perang melawan Iran dan di kawasan tersebut.