Beranda Kolom Wawancara: Pakar Iran Sebut Selat Hormuz Tidak Akan Kembali ke Kondisi Semula

Wawancara: Pakar Iran Sebut Selat Hormuz Tidak Akan Kembali ke Kondisi Semula

Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz di Iran selatan pada 30 April 2019. (Carapandang/Xinhua/Ahmad Halabisaz)

0
Xinhua

   Menggambarkan serangan AS-Israel terhadap infrastruktur Iran sebagai "kejahatan perang dan pelanggaran hukum internasional," dia mengatakan bahwa "mereka bahkan menyerang fasilitas nuklir damai Iran, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr yang aktif, yang dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi Iran dan kawasan jika terjadi kerusakan serius."

   "Kita ingat bahwa mereka datang ke Iran dengan tujuan mengubah tatanan politik negara tersebut serta menghancurkan kemampuan militer dan infrastrukturnya. Namun, kita melihat bahwa Iran baru-baru ini menargetkan beberapa jet tempur Amerika dan mampu merespons serangan tersebut," ujarnya.

   Aslani juga menyatakan bahwa perkembangan ini menunjukkan perubahan tatanan tersebut tidak terjadi, dan Iran masih memiliki kemampuan militer.

   Hal ini membuktikan bahwa kalkulasi utama AS sebelum melancarkan "agresi" anti-Iran "sangat keliru," katanya, seraya menekankan bahwa AS mendekati Iran dengan model dan pola pikir seperti Venezuela, tetapi apa yang dihadapinya di dunia nyata dan di lapangan adalah sesuatu yang sama sekali berbeda.

   Dia mengatakan bahwa perang ini diyakini secara luas tidak hanya akan berdampak terhadap pasar energi global dan militer AS, tetapi juga merusak kredibilitas dan citra AS dalam jangka panjang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here