Harga emas turun pada perdagangan Kamis karena data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan penurunan klaim pengangguran mengangkat dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah, memangkas kemungkinan pemangkasan suku bunga yang sangat besar di bulan September.
Insiden anjloknya KA Argo Bromo Anggrek, Jumat (1/8/2025) menyebabkan pembatalan puluhan perjalanan kereta dan berdampak pada ratusan ribu penumpang selama akhir pekan ini.
Harga emas yang dikutip dari laman resmi Pegadaian, Rabu, menunjukkan harga tiga produk logam mulia, yakni buatan Antam, UBS dan Galeri24 yang mengalami penurunan harga jual dari hari sebelumnya.
Laporan keuangan yang dirilis pada Jumat (2/5/2025) menunjukkan bahwa laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham turun menjadi US$4,8 miliar dari US$7,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pemegang emas kini was-was terhadap pergerakan harga emas dunia yang semakin melemah. Harga emas terus ambruk setelah ketegangan Amerika Serikat (AS) dan China mulai mereda dan Presiden AS Donald Trump menarik kembali ancaman untuk memecat ketua The Federal Reserve (The Fed).
Pada perdagangan Senin (14/4/2025), harga emas dunia di pasar spot akhirnya ditutup anjlok 0,86% di level US$3.208,46 per troy ons. Penutupan perdagangan tersebut mematahkan kenaikan harga emas selama empat hari beruntun dengan penguatan menembus 7% lebih.
Harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Shell, Vivo, dan BP pada pekan ketiga April tidak mengalami perubahan sejak awal April 2025, meski harga minyak dunia anjlok akibat perang dagang Amerika Serikat dengan China.
Gambar tangkapan layar dari situs web FTSE 100 Inggris menunjukkan penurunan indeks pada Selasa (4/3) menyusul pemberlakuan tarif baru Amerika Serikat (AS) terhadap Kanada, Meksiko, dan China.