Pernyataan Macron muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 17 Januari bahwa ia akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia
Pernyataan singkat ini muncul di tengah eskalasi ketegangan setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif 10% pada Denmark dan tujuh negara Eropa lainnya mulai 1 Februari mendatang.
Trump mengumumkan tarif 10% untuk barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia yang akan berlaku mulai 1 Februari.
Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor tambahan kepada negara-negara yang tidak mendukung upaya Amerika Serikat mencaplok Greenland.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran.
Kebijakan ini disampaikannya saat Washington mempertimbangkan respons terhadap situasi di Iran yang dilanda protes anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Trump telah mendapat pengarahan dalam beberapa hari terakhir mengenai berbagai rencana intervensi, kata para pejabat, seiring dengan kekerasan di Iran yang telah menewaskan puluhan orang dan menyebabkan banyak penangkapan.
Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (10/1) mengatakan bahwa AS "siap membantu" sehubungan dengan situasi di Iran, seraya mengeklaim bahwa Iran "sedang menyongsong kebebasan", kembali menyampaikan ancamannya terhadap negara Timur Tengah tersebut.
Gelombang protes antipemerintah yang meluas di Iran memasuki fase paling tegang dalam beberapa tahun terakhir, memicu respons keras dari dalam negeri sekaligus peringatan terbuka dari Amerika Serikat.