Rusia menyebut serangan rudal Ukraina terhadap kota Bryansk sebagai kejahatan perang dan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional setelah serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil.
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN General Assembly/UNGA) pada Selasa (24/2) mengadopsi resolusi tentang krisis Ukraina, yang menyerukan "gencatan senjata segera dan tanpa syarat" serta "perdamaian yang komprehensif, adil, dan abadi."
Rusia akan terpaksa menggunakan senjata nuklir non-strategis jika Inggris dan Prancis memasok hulu ledak nuklir ke Ukraina, kata wakil kepala Dewan Keamanan Moskow, Dmitry Medvedev, pada Selasa (24/2).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa serangan semalam itu merupakan serangan gabungan yang dirancang untuk menyebabkan kerusakan maksimal pada sektor energi Ukraina.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan 129 drone Rusia teridentifikasi dalam serangan tersebut, dengan 112 di antaranya berhasil ditembak jatuh atau dinetralisir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Amerika Serikat meminta Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri perang pada awal musim panas atau pertengahan tahun ini.
Tiga pesawat nirawak (drone) menghantam sebuah kafe dan hotel di Wilayah Kherson dan menewaskan 24 orang dan melukai lebih dari 50 orang lainnya, kata Gubernur Vladimir Saldo pada Kamis (1/1).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan negaranya tinggal "10 persen" lagi untuk mencapai kesepakatan mengakhiri perang dengan Rusia, sembari menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menerima "kesepakatan lemah" yang bisa memperpanjang konflik.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada awak media di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 30 September 2025. (Xinhua/Hu Yousong)