Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyatakan posisi siklon ini berada di wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta, tepatnya di Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Timur.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa penyemaian dilakukan menggunakan 800 kilogram (8 kuwintal) bahan semai Kalsium Oksida (CaO).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Cuaca ekstrem tersebut terjadi pada periode 16–22 Januari 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas bervariasi pada Jumat, mulai dari hujan ringan hingga hujan lebat disertai petir.