Tapi ini sebenarnya tak cuma soal itu. Mengutip India Today, meski data ekonomi AS mengecewakan minggu lalu dan menimbulkan keraguan tentang kemampuan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk merekayasa soft landing bagi ekonomi dengan melakukan pemotongan suku bunga lebih agresif, sejumlah hal lain menjadi penyebab.
Indikator ini memicu peringatan resesi ketika rata-rata bergerak tiga bulan dari tingkat pengangguran naik sebesar 0,5 poin persentase atau lebih tinggi dari tingkat terendahnya dalam 12 bulan sebelumnya.
Klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat (AS) mencapai level tertinggi 1,5 tahun. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran melonjak menjadi tanda pasar tenaga kerja yang mulai melemah.
Anjloknya angka kelahiran adalah salah satu masalah besar yang sedang melanda banyak negara di dunia. Saat ini, Italia menjadi salah satu negara yang mengalami fenomena yang menjadi salah satu indikasi resesi seks tersebut.
Isu resesi mulai membayangi pergerakan harga emas. Pada penutupan perdagangan Kamis (6/4/2023), emas ditutup di posisi US$ 2.008,02 per troy ons. Harga sang logam mulia turun 0,61%.