Sebanyak 24 negara bagian di Amerika Serikat menggugat Presiden Donald Trump terkait tarif global baru sebesar 10 persen yang dinilai tidak memenuhi persyaratan hukum.
Serangan militer besar-besaran terhadap Iran yang diluncurkan akhir pekan lalu menandai perubahan haluan drastis menuju kebijakan luar negeri yang hawkish.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersumpah tidak akan membiarkan serangan AS dan Israel begitu saja dan akan membalas serangan terhadap fasilitas militer dan sipil.
Dalam sebuah pernyataan video berdurasi delapan menit yang diunggah di platform media sosial Truth Social, Trump mengumumkan dimulainya operasi tempur besar-besaran terhadap Iran.
Kamrava menegaskan bahwa kondisi saat ini adalah, Trump telah memojokkan dirinya sendiri. Kamrava juga melihat situasi setahun terakhir, dimana Trump tidak dapat menolak semua hal yang di minta oleh Israel.
CNN melaporkan bahwa tiga pejabat AS mengonfirmasi Amerika Serikat sedang melancarkan serangan terhadap Iran, dengan seorang pejabat menggambarkannya sebagai "bukan serangan kecil".
Ribuan perusahaan kini berlomba-lomba mengajukan klaim pengembalian dana atas bea impor ilegal yang telah mereka bayarkan, dengan total nilai mencapai lebih dari US$175 miliar.
Perdana Menteri (PM) Greenland Jens-Frederik Nielsen mengatakan pada Minggu (22/2) bahwa wilayah otonom Denmark itu tidak tertarik menerima kapal rumah sakit Amerika Serikat (AS)