CARAPANDANG – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membantah melakukan kejahatan perang saat AS berencana membombardir situs energi dan seluruh jembatan di Iran.
Trump mengatakan bahwa langkah yang ditempuh AS adalah pilihan terakhir. Sebab, hingga saat ini Iran tidak menyerah dalam perang ini.
"Kita sedang menghancurkan negara itu, dan saya benci melakukannya, tetapi kita sedang menghancurkan mereka dan mereka tidak mau menyerah," kata Trump seperti dikutip Middle East Eye.
Trump mengacam jika Iran tidak menyerah maka negera tersebut akan hancur dan akan kehilangan segala.
"Jika tidak [menyerah], mereka tidak akan punya jembatan, mereka tidak akan punya pembangkit listrik, mereka tidak akan punya apapun," ujarnya.