David Monyae, Direktur Pusat Studi China-Afrika di Universitas Johannesburg, Afrika Selatan, mengatakan kepada media lokal bahwa kebijakan ini tidak hanya akan meningkatkan volume ekspor Afrika, tetapi juga mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi ke China.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing menambahkan bahwa kebijakan ini akan menjadi "kunci emas" untuk kemakmuran perdagangan, "akselerator" untuk investasi industri, dan "hujan di musim kemarau" bagi Afrika di tengah tantangan ekonomi global.