Kelompok mahasiswa dan kelompok masyarakat yang turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi menandakan adanya bentuk penyampaian aspirasi dan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai mencerminkan ketimpangan dalam proses penetapan prioritas pembangunan dalam suatu kebijakan untuk merespons kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
Mendengarkan suara kelompok marjinal dan mahasiswa merupakan hal yang penting karena kebijakan publik yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh ketepatan teknokratis saja, tetapi juga oleh sejauh mana kebijakan tersebut mencerminkan pengalaman, kebutuhan masyarakat, dan aspirasi masyarakat. Indonesia merupakan negara demokrasi, bentuk partisipasi publik merupakan mekanisme untuk memastikan bahwa proses pembangunan berlangsung secara inklusif dan akuntabel.