Yang membuat pergerakan ini mencolok dan mengagetkan adalah pelemahan ini justru terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Iran, situasi yang biasanya justru mendukung harga emas. Namun, emas justru mengalami tekanan jual besar karena investor melepas posisi beli (long) yang sudah terlalu padat dan mengalihkan dana ke aset lain.
Kecepatan dan besarnya penurunan menunjukkan perubahan tajam dalam dinamika pasar. Alih-alih menjadi lindung nilai, emas justru menjadi sumber likuiditas ketika investor menyesuaikan portofolio mereka.
Selama akhir pekan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan retorika terkait konflik Timur Tengah, memperpanjang tenggat bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sekaligus mengancam serangan terhadap infrastruktur penting.
Hal ini membuat pasar berada dalam situasi yang kompleks. Di satu sisi, perpanjangan tenggat memberi sinyal masih ada peluang diplomasi. Di sisi lain, bahasa yang semakin agresif meningkatkan risiko eskalasi konflik, terutama jika infrastruktur energi menjadi target. dilansir cnbcindonesia.com