Dampaknya tidak berhenti di situ. Paparan zat kimia beracun dari asap rokok juga dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker dalam jangka panjang. Semakin sering tubuh terpapar zat-zat tersebut, semakin besar pula potensi gangguan kesehatan yang bisa muncul di kemudian hari.
Badiger juga menyoroti satu hal yang sering diremehkan banyak orang, yaitu risiko kecanduan. Menurutnya, salah satu bahaya terbesar dari merokok sesekali adalah kemungkinan kebiasaan tersebut berkembang menjadi aktivitas yang dilakukan secara rutin.
Nikotin yang terkandung dalam rokok merupakan zat yang sangat adiktif. Akibatnya, tubuh dapat dengan cepat membentuk ketergantungan sehingga keinginan untuk merokok semakin sulit dikendalikan.
"Banyak perokok sesekali meremehkan betapa mudahnya kebiasaan itu berubah menjadi konsumsi rokok secara rutin," ujarnya.
Selain membahayakan diri sendiri, asap rokok juga dapat berdampak pada orang-orang di sekitar. Paparan asap rokok pasif diketahui meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada kelompok yang lebih rentan seperti anak-anak dan lansia.
Karena itu, Badiger mendorong masyarakat untuk mencari cara lain yang lebih sehat dalam mengelola stres dan tekanan emosional tanpa bergantung pada rokok. Ia juga mengajak masyarakat untuk menciptakan lingkungan bebas asap rokok, baik di rumah maupun di tempat kerja.