CARAPANDANG - Jerman secara resmi mengadopsi strategi militer pertama sejak Perang Dunia II yang secara eksplisit menyebut Rusia sebagai ancaman utama keamanan Eropa, memicu pernyataan keras dari Moskow yang menilai Berlin tengah mempersiapkan konfrontasi militer.
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius pada pekan lalu meluncurkan konsep pertahanan komprehensif yang menargetkan transformasi Bundeswehr menjadi angkatan darat terkuat di Eropa.
Dalam dokumen strategi tersebut, Jerman menyatakan bahwa Rusia sedang menciptakan prasyarat untuk serangan militer terhadap negara-negara NATO.
"Kami sedang mengembangkan Bundeswehr menjadi angkatan darat konvensional terkuat di Eropa. Dalam jangka pendek, kami meningkatkan pertahanan dan ketahanan, dalam jangka menengah kami menargetkan peningkatan signifikan dalam kemampuan, dan dalam jangka panjang kami akan membangun keunggulan teknologi," ujar Pistorius dalam konferensi pers di Berlin.
Strategi tersebut menguraikan rencana tiga fase untuk memperluas kekuatan militer Jerman.
Saat ini Bundeswehr memiliki sekitar 185.000 tentara aktif, namun target baru menetapkan jumlah personel bersama dengan cadangan harus mencapai setidaknya 460.000 orang untuk mampu menangkal potensi agresi.
Dokumen tersebut menyebutkan prioritas pengembangan kecerdasan buatan, komputasi kuantum, robotika, serta pengadaan rudal jarak jauh presisi tinggi.